Pages

Subscribe:

Kamis, 12 Desember 2013

indonesia juara -wali


Indonesia... Woo...
Indonesia... Ku Korbankan Jiwa Raga
Atas Nama Satu Bangsa
Indonesia Sang Juara


Angkatlah Tangan Kananmu
Lalu Sebut Indonesia
Dan Letakan Di Dadamu
Sebut Lagi Indonesia

 

Kami Anak Bangsa
Takkan Mungkin Kalah
Kami Anak Negri
Punya Harga Diri

 

Kami Anak Indonesia
Otot Kawat Tulang Baja
Tidak Ada Kata Menyerah
Semangat Empat Lima

Senin, 21 Oktober 2013

OpenGL


       OpenGL (Open Graphics Library) adalah suatu standar API yang digunakan untuk membuat aplikasi berbasis grafik,baik untuk 2 dimensi (2D) atau 3 dimensi (3D). didalam OpenGL mempunyai banyak pustaka /library yang disebut OpenGL Unit Library Toolkit(Glut).
Didalam Glut tersebut sudah terdapat berbagai fungsi, mulai aplikasi windows (windowing) sampai aplikasi grafik lainnya, sehingga tidak repot-repot mengubah kode progam jika diterapkan pada sistem operasi dan perangkat lunak yang berbeda.
OpenGL ini sifatnya open source, dapat dipakai pada banyak platform (Windows ataupun Linux) dan dapat digunakan pada berbagai jenis compiler bahasa pemrograman seperti C++, Delphi, Java ataupun VB. OpenGL merupakan singkatan dari Open Graphics Library. OpenGL itu sendiri merupakan spesifikasi standar yang mendefinisikan suatu lintas bahasa untuk mengembangkan suatu aplikasi yang menghasilkan suatu grafis komputer dalam bentuk 2D ataupun 3D. 

Mulai membuat programnya, pertama membuka Dev C ++,lalu klik file,New,dan klik project.
Garis Vertikal
Masukkan Source kode berikut untuk membuat garis vertikal :
            glClearColor (1.1f, 0.0f, 1.1f, 1.2f);
            glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
            
            glPushMatrix ();
            glClearColor(1,1,1,0);
            glColor3f(0,0,0); //
            
            glBegin(GL_LINES);
            glVertex3f(0,0,-0.0);
            glVertex3f(0.0,130.0,0.0);
            //////////////////////////////////
            
            glEnd ();
            glPopMatrix ();
            
            SwapBuffers (hDC);
            
            Sleep (1);
            }
            }
Setelah memasukkan source kode maka hasil output yang akan tampil pada program adalah seperti gambar berikut.
Garis Horizontal

Masukkan Source kode berikut untuk membuat garis horizontal  :
            glClearColor (1.1f, 0.0f, 1.1f, 1.2f);
            glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
            
            glPushMatrix ();
            glClearColor(1,1,1,0);
            glColor3f(0,0,0); //
            
            glBegin(GL_LINES);
            glVertex3f(0,0,-0.0);
            glVertex3f(0.9,0.0,0.0);
            //////////////////////////////////
            
            glEnd ();
            glPopMatrix ();
            
            SwapBuffers (hDC);
            
            Sleep (1);
            }
            }
Setelah memasukkan source kode diatas maka hasil output yang akan tampil pada program adalah seperti gambar dibawah.
Garis Diagonal

Masukkan Source kode berikut untuk membuat garis diagonal  :
            glClearColor (9.1f, 0.0f, 0.1f, 0.1f);
            glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
            
            glPushMatrix ();
            glClearColor(1,1,1,0);
            glColor3f(0,0,0); //
            
            glBegin(GL_LINES);
            glVertex3f(0,0,-0.0);
            glVertex3f(0.9,0.9,0.0);
            //////////////////////////////////
            
            glEnd ();
            glPopMatrix ();
            
            SwapBuffers (hDC);
            
            Sleep (1);
            }
            }
Setelah memasukkan source kode dengan benar maka hasil output yang akan tampil pada program akan seperti gambar berikut.
Keterangan Source Code   :
- glClearColor (0.1f, 0.1f, 0.1f, 0.1f);[ Warna untuk latar belakang dalam mode RGBA  ]
- glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);[ Membersihkan layar latar belakang ]
- glPushMatrix ();[ Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar ]
- glClearColor(0,0,0,0);[ Untuk menentukan warna garis/titik ]
- glColor3f(1,1,1); //[ Untuk menentukan warna garis/titik ]
- glBegin(GL_LINES);[ Untuk menggambar garis dari titik yang digunakan ]
- glVertex3f(0,0,-0.0);[ Untuk menentukan titik awal yang digunakan ]
- glVertex3f(0.0,0.0,0.0);[Untuk menentukan titik akhir yang digunakan ]
- glEnd ();[ Untuk mengakhiri gambar garis di titik akhir ] 
- glPopMatrix ();[ Membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar ]
- SwapBuffers (hDC);[ Untuk menukar bagian belakang buffer menjadi buffer layar ]
- Sleep (1);[Program berhenti sejenak]

Sabtu, 12 Oktober 2013

Wajah Bahasaku Kini

    Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar mulai tergusur oleh munculnya bahasa alay, hal ini tampak jelas pada bahasa lisan dan tulis yang sering digunakan oleh masyarakat dan dikalangan remaja. Remaja Indonesia kesulitan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kesulitan tersebut terjadi karena adanya penggunaan bahasa baru yang mereka anggap sebagai sebuah kreativitas. Kalo tidak menggunakan bahasa alay, mereka takut dikatakan  ketinggalan zaman atau tidak gaul. Munculnya bahasa alay merupakan ancaman yang cukup serius pada penggunaan bahasa lisan dan tulis. Terkadang penggunaan bahasa lisan tidak terlalu disorot, karena merupakan bahasa percakapan sehari-hari, meski demikian pada situasi formal penggunaan bahasa lisan yang kurang baik akan menimbulkan kesan kurang baik pada penggunanya. Seseorang terbiasa menggunakan elo, gue akan cenderung sulit menggunakan kata sayaanda. Banyak Remaja yang lancar dalam penggunaan bahasa alay, tetapi kesulitan dalam berbahasa Indonesia. Contohnya, mereka lebih nyaman memakai kata Bonyok(bokap,nyokap) yang berarti ayah dan ibu.
    Solusinya adalah bahasa tidak baku itu harus mulai di kurangi pemakainan dalam keseharian dan sebaiknya lagi guru-guru bahasa Indonesia di sekolah lebih menekankan lagi bagaimana cara penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut EYD(ejaan yang disempurnakan).

Minggu, 06 Oktober 2013

Mungkinkah? Merdeka dari Korupsi.

   Persoalan utama bangsa ini pasca kemer­dekaan adalah masalah moral. Dan masalah moral tersebut yang paling mendominasi adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat berupa korupsi, manipulasi, kolusi, dan nepotisme. Kalau perjuangan sebelum kemerdekaan adalah perju­angan yang sangat nyata karena musuh yang dihadapi jelas, mudah diidentifikasi, dan sangat berbeda budaya dan ras mereka, maka per­juangan pascakemerdekaan sungguh sulit karena musuh yang dihadapi absurd, sulit diidentifikasi dan saudara sendiri. Banyak alasan yang bisa kita berikan mengapa perju­angan untuk kesejahteraan rakyat dan mengentaskan keterpurukan bangsa ini dari kedhuafaan adalah perju­angan yang sungguh sulit. Namun semangat dan opti­misme harus selalu kita nyalakan karena hampir se­mua negara yang baru merde­ka menghadapi problem yang sama. Kita tentu tidak adil memperbandingkan diri de­ngan negara-negara Eropa Barat dan Amerika yang telah ratusan tahun mem­bangun fondasi kebangsaan mereka dan kini menempati peringkat yang bagus dalam hal pemberantasan korupsi.
Sedangkan negeri ini baru 68 tahun merdeka. Ibarat memperbandingkan bayi de­ngan orang tua. Jelas tidak proporsional. Tentu berbagai hal yang menjadi penyakit bangsa-bangsa yang sedang mengalami pertumbuhan banyak ditemui di negeri ini dan yang paling krusial adalah korupsi yang merajalela dan sudah menjadi budaya. Kalau kita perbandingkan dengan semangat dan pengor­banan para pahlawan yang begitu berjasa menghantarkan negeri ini ke alam kemerdekaan, maka ada beberapa hal yang bisa kita jadikan sebagai fighting spirit, agar anak bangsa ini bisa juga menumbuhkan semangat berkorban tanpa pamrih bagi keharuman nama Ibu Pertiwi. 

Pertama, sebagian besar para pejuang kemerdekaan adalah manusia-manusia yang berjiwa besar, ikhlas ber­korban, dan tidak pernah mementingkan diri sendiri apalagi kelompok dan keluar­ganya. Tinta emas mereka goreskan dalam pengabdian mereka untuk Ibu Pertiwi nihil pamrih, dengan fokus dan tujuan yang jelas, negeri ini terbebas dari penindasan penjajah yang tidak berpe­rikemanusiaan.
Perhatikan bagaimana kehidupan pribadi para pe­juang itu, yang jauh dari cukup, penuh pengorbanan dan terlunta-lunta dari penjara ke penjara. Kita patut menyimak kembali pribadi-pribadi emas seperti Imam Bonjol, Dipo­negoro, Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir, Thamrin dan banyak yang lainnya. Pribadi-pribadi yang menghiasi negeri ini dengan karakter, perilaku dan perjuangan mereka yang sangat mengharukan dan mengagumkan.
Lalu kenapa ketika saat mengisi kemerdekaan seperti zaman ini kita kehilangan elan vital sebagai bangsa yang besar dan mempunyai jiwa kejuangan yang tangguh? Yang kita hadapi saat ini adalah musuh yang absurd tapi ada. Saudara sendiri yang tidak mempunyai mentalitas pe­ngor­banan dan kejuangan. Mereka yang tanpa merasa bersalah menggarong uang rakyat untuk perut dan kepen­tingan diri sendiri. Ironisnya semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara kini sudah bertukar dengan semangat menguras harta dan kekayaan negara untuk kepentingan diri dan golongan.

Kedua, semangat untuk berkorban lebih mendominasi karena tingginya ghirah ruhani dan spirit kejuangan. Sehingga prinsip para pejuang dahulu adalah kalau untuk me­nikmati hasil maka mereka paling belakang asal rakyat lebih dulu menikmati. Se­dangkan  yang sekarang ter­jadi hal sebaliknya.
Para pejuang sebelum kemerdekaan adalah mereka yang fokus dan bersungguh-sungguh untuk menjadikan negeri ini merdeka. Sehingga kemerdekaan adalah tujuan bersama, cita-cita tertinggi yang diperjuangkan dengan seluruh jiwa raga.
Bisakah kita generasi sekarang meneladani se­mangat pengorbanan seperti itu untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di zaman sekarang? Para petinggi dan elit mempunyai jiwa pengor­banan yang tinggi sehingga mereka adalah orang yang paling belakangan menik­mati hasil perjuangan. Pe­mimpin sejati adalah mereka yang menderita paling awal demi perjuangannya dan menikmati hasil paling akhir.
Semangat itu nyaris le­nyap kalau boleh dikatakan tidak ada pada zaman seka­rang. Para pemimpin ber­lomba-lomba menumpuk harta dan kekayaan kalau perlu menyikat kiri kanan. Se­dangkan rakyat menderita dan hidup berkekurangan.
Elit politik dan pejabat menampakkan kehidupan yang sering menyakiti hati rakyat, dengan kekayaan melimpah puluhan sampai  ratusan milyar rupiah. Sedangkan rakyat untuk makan sekali dua sehari saja sulitnya minta ampun.
Semangat berkorban untuk rakyat nyaris hilang diganti dengan pamrih berlebihan kepada harta dan takhta. Pemimpin di semua level jarang yang kita saksikan hidup sederhana. Mereka lebih banyak mempertontonkan hidup berlebih-lebihan tanpa merasa bersalah dengan kon­disi rakyatnya.
Inilah yang menyebabkan tujuan bersama kesejahteraan dan kemakmuran untuk rak­yat sulit direalisir dan musuh bersama yaitu korupsi. Bangsa kita adalah bangsa yang selalu condong kepada keadilan dan kebenaran se­suai dengan nafas proklamasi, ideologi negara dan UUD 1945. Kita yakin kita bukanlah bangsa kerdil yang bisa me­nyerah dengan mudah dalam pertempuran demi per­tem­puran melawan kebatilan dan pengkhianatan. Kalau dulu musuh kita adalah penjajah yang tidak berperikemanusiaan, maka sekarang harus kita kibarkan bendera perang. Musuh kita adalah para koruptor dan mani­pulator walau mereka adalah teman atau saudara sendiri. lambat laun koruptor dan perbuatan korupsi akan menggali ku­burnya sendiri di negeri ini. Dirgahayu bangsaku!

Sabtu, 01 Juni 2013

Puisi Bintang

Malam hari
Indah terbentang di angkasa
Amat banyak tak terhitung
Memancarkan sinarnya yang indah
Itulah bintang

Bintang yang indah
Berkelap kelip di angkasa
Benderang luas di atas langitDi langsit yang biru

Bintang
Menghias angkasa
Memancarkan pesona malam hari
Menerangi kehidupan di malam yang indah

Analisis pendapatan nasional


ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL UNTUK PEREKONOMIAN TERTUTUP SEDERHANA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,manusia harus mempunyai penghasilan. Setiap penghasilan yang diterima oleh seseorang merupakan pendapatan bagi orang tersebut.Pendapatan dari orang perorang dari suatu negara akan dihitung dalam pendapatan nasional.Namun,tidak semua pendapatan yang diterima seseorang dihitung sebagai pendapatan nasional.Seorang ibu rumah tangga bekerja guna melayani keperluan rumah tangganya,seperti memasak,mencuci,dan ibu tersebut sudah menghasilkan barang berupa makanan dan jasa.Akan tetapi barang dan jasa yang dihasilkan tersebut tidak dihitung dalam pendapatan nasional karena tidak dijual kepada orang lain dan tidak mendapatkan balas jasa.Apabila ibu rumah tangga tadi membuka usaha,misalnya rumah makan atau menerima pesanan makanan untuk umum,maka balas jasa yang diterimanya dapat dihitung dalam pendapatan nasional.Seorang pelukis membuat suatu lukisan dan menjualnya kepada orang lain.Pelukis tersebut memperoleh pendapatan dari hasil penjualan produk yang dihasilkannya. Maka pendapatan pelukis ini dihitung dalam pendapatan nasional.Beberapa tahun kemudian,apabila lukisan tersebut dijual oleh orang yang membeli lukisan dari pelukis,maka hasil penjualan itu menjadi pendapatan baginya.Akan tetapi,pendapatan itu tidak dihitung dalam pendapatan nasional,karena tidak ada produksi barang atau jasa yang diciptakan.

            Barang jasa yang diciptaklan oleh setiap golongan masyarakat dalam suatu negara yang dijual kepada orang lain disebut produk nasional.Apabila produk nasional dinilai dengan uang disebut pendapatan nasional.Produk nasional maupun pendapatan nasional perlu dihitung untuk mengetahui kemajuan ekonomi dalam suatu negara.Produk nasional terdiri atas bermacam-macam produk yang jenisnya berbeda-beda.Tidak ada satuan alat ukur yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah produk yang dihasilkan.Oleh sebab itu,alat ukur yang paling mudah adalah harga.Dengan menilai setiap produk dengan harga, maka kita dapat mengetahui besarnya pendapatan nasional dalam suatu negara.Dalam rangka mencapai kemakmuran suatu negara,usaha peningkatan pendapatan nasional merupakan suatu keharusan.Usaha peningkatan pendapatan nasional harus disertai dengan pengendalian pertumbuhan penduduk.Apabila pertumbuhan penduduk berlangsung tanpa kendali,peningkatan pendapatan per kapita tidak akan mencapai hasil yang memuaskan, bahkan bisa terjadi pendapatan per kapita akan menurun.Oleh karena itu,pertumbuhan penduduk harus dikendalikan agar tingkat pertumbuhannya tidak melebihi pendapatan nasional.

            Sebelum membahas pendapatan nasional untuk perekonomian tertutup sederhana dan pertumbuhan ekonomi, akan didefinisikan terlebih dahulu tentang pendapatan nasional, perekonomian tertutup sederhana Pendapatan, dan pertumbuhan ekonomi.
Pendapatan nasional
Pendapatan nasional adalah keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya dalam setahun.
Perekonomian tertutup sederhana (perekonomian dua sector)
Perekonomian tertutup artinya tidak mengenal hubungan luar negeri, sehingga tidak ada kegiatan ekspor-impor. Perekonomian sederhana tidak mengenal keterlibatan pemerintah dalam kegiatan  perekonomian. Jadi, perekonomian tertutup sederhana adalah perekonomian yang melibatkan  deal pelaku, yaitu rumah tangga dan perusahaan (swasta).
Dalam perekonomian, sektor swasta merupakan satu-satunya produsen barang dan jasa, dan proses produksi dilaksanakan dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga. Faktor produksi tersebut antara lain, tanah, tenaga kerja, modal dan entrepreneurship (kewirausahaan). Penghasilan yang diperoleh rumah tangga dari menjual faktor-faktor produksi terdiri dari sewa (pendapatan dari tanah), bunga (pendapatan dari  kapital), upah (pendapatan dan tenaga kerja) dan profit (pendapatan dari entrepreneurship). Kemudian, rumah tangga diasumsikan merupakan satu-satunya pembeli barang dan jasa yang dihasilkan oleh swasta. Pembelian barang dan jasa tersebut dibayar dengan penghasilan yang diperolehnya dari menjual faktor-faktor produksi.

Sedangkan model sederhana yang kedua sebagai berikut:

   Pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan pendapatan nasional. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

   1. Ekonomi Sederhana (Tertutup)
Dengan asumsi tidak adanya ekspor dan impor dan tidak ada pemerintah maka komponen permintaan agregat (aggregate demand) atau output sama dengan konsumsi (dengan notasi C) ditambah dengan investasi (dengan notasi I).

Seperti telah disebut diatas output, Y sama dengan income. Persamaan (1) diatas artinya bahwa output yang diproduksi oleh ekonomi sama dengan aggregate demand dimana aggregate demand ini terdiri dari konsumsi dan investasi. Output ini juga sama dengan income yang diterima oleh seorang pelaku ekonomi (misalnya pengusaha) dan digunakan sebagian untuk konsumsi dan sisanya akan digunakan untuk belanja barang modal guna melanjutkan proses produksi berikutnya, belanja ini dikategorikan sebagai investasi untuk memproduksi barang dan jasa selanjutnya. Dengan demikian income (output) dari sisi produsen digunakan untuk konsumsi (C) dan sisanya diinvestasikan (I). Dari sisi alokasi income atau konsumen maka income yang didapat akan digunakan sebagian besar untuk konsumsi dan sisanya akan ditabungkan (S), hal ini karena konsumen tidak mempunyai usaha sendiri seperti halnya dengan produsen sehingga formula (1) diatas dapat ditulis sebagai berikut:


Bila kedua persamaan diatas digabung maka didapat :

Persamaan sebela kiri adalah komponen aggregate demand atau output dan sebelah kanan adalah aloksi atau penggunaan income. Atau output yang diproduksi sama dengan output yang dijual dan sama dengan income yang diterima. Income yang diterima digunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung. Persamaan diatas akhirnya menjadi:

Saving sama dengan investasi, artinya sumber dana untuk investasi berasal dari tabungan. Dari sisi aggregate, konsumen atau private sektor tidak melakukan investasi sendiri terhadap uangnya yang berlebih tetapi pada umumnya akan menyimpan uangnya di Bank sebagai tabungan (S) dan bank akan menyalurkan dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan berupa kredit usaha atau investasi (I). Dari sisi individual saving yang dilakukan oleh konsumen tidak berarti akan langung dialoksikan kepada kegiatan produktif (productive investment), karena keterbatasan yang dimiliki oleh konsumen sehingga mereka memerlukan jasa perbankan untuk melakukan kegiatan tersebut.


   2. Konsumsi dan Investasi
Apabila tabungan berjumlah cukup besar, maka akan digunakan untuk kegiatan menghasilkan kembali barang dan jasa yang diperlukan konsumen. Dengan kata lain, tabungan akan digunakan melakukan investasi. Bila digambarkan dengan rumus, maka akan didapat rumus berikut ini :

Faktor – faktor yang mempengaruhi besar investasi anatara lain:
1.      Tingkat bunga. Kenaikan tingkat bunga akan mempengaruhi keinginan untuk berinvestasi, dan  sebaliknya.
2.      Jumlah permintaan. Semakin besar jumlah permintaan konsumen terhadap barang dan jasa, keinginan untuk melakukan investasi juga semakin besar.
3.      Perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi juga akan meningkatkan keinginan untuk berinvestasi, karena teknologi yang maju akan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan jumlah keuntungan.

Model Analisis dengan Variable Investasi dan Tabungan
Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal. Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik .
Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut, yaitu :
1.      Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya;
2.      Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah;
3.      Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar;
4.      Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.
Terdapat sumber data untuk memperkirakan Investasi dan Tabungan Nasional, yaitu :
·                  Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menurut penggunaan
·                  Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan.
Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto terlihat adanya kecenderungan untuk lebih menggunakan data Produk Domestik Bruto menurut penggunaan. Kalau kita menganggap bahwa perkiraan Investasi dan Tabungan Nasional Bruto yang dihasilkan oleh Tim Gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan lebih mendekati kebenaran, maka seyogyanya data statistik Produk Domestik Bruto menurut penggunaan yang dipublikasikan oleh B.P.S. perlu diperbaiki.

Angka Pengganda
Angka pengganda atau multiplier adalah hubungan kausal antara variabel tertentu dengan variabel pendapatan nasional. Jika angka pengganda tersebut mempunyai angka yang tinggi, maka perubahan yang terjadi pada variabel tersebut akan memengaruhi angka terhadap tingkat pendapatan nasional yang besar juga, dan sebaliknya. Perubahan pendapatan nasional itu ditunjukkan oleh suatu angka pelipat yang disebut dengan koefisien multiplier.

Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Pengangguran
Hubungan dari ketiga permasalahan ini memang saling berkaitan. Karena dalam suatu Negara selalu mengalami pertumbuhan ekonomi yang berbeda beda. Biasanya pertumbuhan ekonomi selalu diikuti dengan adanya inflasi dan juga pengangguran.

1.      Masalah pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan.

        Tumbuhnya perekonomian dapat dilihat dari adanya peningkatan dalam GDP (Gross Domestic  Product) atau GNP (Gross Nasional Product) jika terdapat peningkatan maka dapat berarti menunjukkan adanya peningkatan pendapatan perkapita. Karena GDP merupakan angka yang menunnjukan total suatu produksi dalam suatu Negara. Semakin tinggi GDP berarti total produksi semaki besar. Hanya saja yang biasanya terjadi adalah pembagian pendapatan nasional yang tidak merata. Oleh karena itu tidaklah menjadi cerminan sebuah Negara apabila GDP nya rendah maka smua masyarakatnya miskin, dan jika memiliki GDP yang besar maka masyarakatnya akan kaya raya. Untuk itu pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang dapat megurangi kesenjangan pendapatan antar warga Negara.

2.      Inflasi
Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Dari pengertian tersebut maka apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara, maka kenaikan harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini.

Didasarkan pada faktor-faktor penyebab inflasi maka ada tiga jenis inflasi yaitu:
1.      Inflasi Tarikan Permintaan (Demand-Pull Inflation).
Inflasi yang disebabkan karena adanya kenaikan permintaan agregat yang sangat besar dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Inflasi tarikan permintaan biasanya berlaku pada saat perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan pesat (full employment and full capacity).
2.      Inflasi Desakan Biaya (Cost-Push Inflation).
Inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan biaya produksi yang pesat dibandingkan dengan tingkat produktivitas dan efisiensi, sehingga perusahaan mengurangi supply barang dan jasa.
3.      Inflasi karena Pengaruh Impor (Imported Inflation).
Inflasi yang terjadi karena naiknya harga barang di negara-negara asal barang itu, sehingga terjadi kenaikan harga umum di dalam negeri.
Inflasi juga memengaruhi tingkat suku bunga pada perbankan, terutama tingkat suku bunga pinjaman dana akan makin menyulitkan para pihak swasta yang berkeinginan untuk menekan biaya produksi di waktu inflasi terjadi. Jika keadaan tersebut tidak membaik pihak swasa tidak bisa untuk menekan angka biaaya produksi sedangka daya beli masyarakat menurun dan akirnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan akan mengakibatkan pengangguran dalam suatu Negara bertambah .Tentu saja keadaan seperti ini kurang baik karena dapat menimbulkan kerawanan sosial seperti kasus pencurian dan kriminalitas.
Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekonomiannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Selanjutnya tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi.
Didasarkan pada fakta itulah A.W. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Dari hasil pengamatannya, ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan rendah. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip.

Kurva Phillip

Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal tersebut disebabkan karena, pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan setiap tahunnya. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi. Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. Karena itu, setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran, yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment).
Untuk menggambarkan kurva Phillips di Indonesia digunakan data tingkat inflasi tahunan dan tingkat pengangguran yang ada. Data digunakan adalah data dari tahun 1980 hingga tahun 2005. Berdasarkan hasil pengamatan dengan data yang ada, maka kurva Phillips untuk Indonesia terlihat seperti gambar berikut :

Kurva Phillips untuk Indonesia

A.W. Phillips menggambarkan bagaimana sebaran hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat. Dengan naiknya permintaan agre-gat, maka sesuai dengan teori permintaan, jika permintaan naik maka harga akan naik. Dengan tingginya harga (inflasi) maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah tenaga kerja (tenaga kerja merupakan satu-satunya input yang dapat meningkatkan output). Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan naiknya harga-harga (inflasi) maka, pengangguran berkurang. Menggunakan pendekatan A.W.Phillips dengan menghubungkan antara pengangguran dengan tingkat inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat. Hal ini didasarkan pada hasil analisis tingkat pengangguran dan inflasi di Indonesia dari tahun 1980 hingga 2005, ternyata secara statistik maupun grafis tidak ada pengaruh yang signifikan antara inflasi dengan tingkat pengangguran.

3. Masalah Pengangguran
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerap-nya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan dapat menimbulkan inflasi. Hal itu merupakan kekurang efektifan dari pertumbuhan ekonomi. Sehingga secara tidak langsung besar kemungkinan terjadinya pengangguran. Jadi pertumbuhan ekonomi yang sedikit dapat menyebabkan terjadinya inflasi, dan akibat dari inflasi itu sendiri adalah pengangguran di mana-mana.

Sumber :
http://3rest.wordpress.com/2012/05/02/analisis-pendapatan-nasional-untuk-perekonomian-tertutup-sederhana-dan-pertumbuhan-ekonomi/