Pages

Subscribe:

Rabu, 25 Januari 2012

Rikudo Sennin


Nama: Rikudo Sennin
Julukan: Penyelamat Dunia , Kono Yo no Kyuseishu)
Dewa Shinobi , Shinobi no Kami)

    Rikudo Sennin (Enam Jalur Pertapa) sampai saat ini di percaya banyak shinobi sebagai mitos, karena dia telah lama mati sebelum era Desa Shinobi . Rikudo Sennin adalah Seorang biksu yang memiliki rinnegan dan di sebut sebagai pendiri shinobi dan pencipta ninjutsu, dia juga di sebut sebagai Dewa Pencipta yang di utus dari langit atau Dewa Penghancur yang akan memusnahkan segalanya pada waktu dunia kacau. Rikudo sennin menyelamatkan Dunia dari kehancuran Akibat Iblis Berekor Sepuluh (十尾,Jubi) Yang Melakukan Pembantaian Dan Penghancuran. Rikudo Sennin berhasil Menjinakkan Jubi, kemudian Menyegelnya ke dalam dirinya sendiri dan menjadi jinchuriki pertama.
Jauh sebelum terlahirnya dunia shinobi, Di setiap daerah selalu terjadi perang yang tak ada habisnya. Pada saat itu jauh lebih buruk dari sekarang. Kemudian Rikudo sennin datang dan memperkenalkan cakra dan berusaha membawa kedamaian dunia. Dia berkeliling dunia untuk menyebarkan ajarannya yang disebut Ninjutsu. Ninjutsu bukan alat untuk bertempur, tapi untuk membimbing manusia pada kedamaian,
Rikudo sennin percaya bahwa suatu saat akan datang saat manusia bisa saling memahami. Rikudo Sennin memiliki dua orang anak.
Anak pertama terlahir dengan Mata sennin, Chakra Yang kuat dan energi spiritual. Sedangkan Anak kedua terlahir dengan Tubuh sennin, Tekad dan energi fisik.

Saat Rikudo Sennin mendekati kematiannya, dia belum mampu mendamaikan dunia.
Rikudo sennin kemudian ingin mewariskan tekadnya untuk mendamaikan dunia kepada salah seorang anaknya.

Anak pertama rikudo sennin beranggapan dengan kekuatan terkuat maka perdamaian akan tercipta.

Anak kedua Rikudo sennin, memilih mengorbankan kasih sayang untuk menciptakan perdamaian.

Rikudo sennin memilih anak keduanya sebagai pewarisnya.
Anak pertama tidak Bisa menerima keputusan rikudo sennin, karena merasa lebih hebat dari adiknya dan menimbulkan rasa iri dan benci dari dalam hatinya ke adiknya. Hal Ini kemudian terus berlangsung sampai saat ini yang di sebut kutukan kebencian (憎しみの 呪 い, Nikushimi no Noroi).

Kebencian anak pertama terhadap adiknya terus berlangsung secara turun temurun sampai terciptanya Klan Uchiha, di lain pihak anak kedua rikudo sennin juga terus melanjutkan keturunannya sampai tercipta Klan Senju. Itulah sebab Senju dan Uchiha selalu berperang dan bersaing selama belum terbentuknya Desa Shinobi.

Sebelum Rikudo sennin wafat, dia tidak akan membiarkan jubi berkeliaran bebas dan bangkit kembali suatu saat.
Untuk itu dia telah berjaga-jaga dengan memisahkan cakra dan wujud jubi. Wujud jubi kemudian di kirim ke angkasa dan kemudian di kurung memakai teknik chibakku tensei.
Sementara Cakra Jubi kembali di pisahkan Rikudo sennin ke dalam sembilan karakteristik biju menggunakan teknik banbutsu sozo suatu teknik yang di gunakan untuk menciptakan sesuatu. teknik ini berasal dari izanagi lalu menyebar kesembilan biju ke seluruh daerah. Kemudian seluruh daerah shinobi telah berlomba-lomba untuk menangkap Biju untuk memperkuat kekuatan tempur mereka, meskipun kesembilan biju pernah di bawah kendali hashirama senju dan lepas kembali semasa perang dunia shinobi pertama.


Rikudo sennin benar-benar telah mempersiapkan diri menjelang kematiannya demi kelanjutan dunia shinobi.
Sampai saat ini peninggalan rikudo sennin, terdapat di dalam papan batu kuno di klan uchiha yang berisi ukiran rahasia rikudo sennin tentang kehadiran Jubi. Hanya mata terkuat yang dapat membaca ukiran pada papan batu kuno tersebut atau hanya pemilik mangekyo sharingan dan rinnegan yang memudahkan untuk membaca isi papan batu kuno yang saat ini berada dalam kebohongan konoha.

Rikudo sennin memang telah lama mati. Tapi masih banyak rahasia yang belum terjawab.

Saat Naruto menyegel kyuubi dengan segel baru, kyuubi mengetahui kalau segel yang di gunakan naruto adalah segel rikudo sennin.

Saat pertarungan konan dan madara mencapai saat akhir.
Madara membeberkan tentang kekuatan dari rikudo sennin.
Dan menjelaskan kalau dia dan Hashirama Senju adalah kekuatan yang pertama dan kedua dari rikudo sennin. Sementara nagato adalah kekuatan yang ketiga dari rikudo sennin.

Kelima benda Pusaka yang di miliki Rikudo Sennin berada di Desa Kumogakure. Empat di antaranya di kuasai kinkaku dan Ginkaku.

Sabtu, 07 Januari 2012

Agama Dan Masyarakat


Pengertian
Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan (Soerjono Soekanto, 1983). Sedangkan agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan kepercayaan tersebut. Sedangkan Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya Di tahun 2000 kira-kira 86,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 5,7% Protestan, 3% Katolik, 1,8% Hindu, dan 3,4% kepercayaan lainnya.

Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”. Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.
 “Agama-agama yang dipeluk oleh penduduk di Indonesia ialah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu (Confusius)”.
  • Islam : Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, dengan 88% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam. Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera. Masuknya agama islam ke Indonesia melalui perdagangan.
  • Hindu : Kebudayaan dan agama Hindu tiba di Indonesia pada abad pertama Masehi, bersamaan waktunya dengan kedatangan agama Buddha, yang kemudian menghasilkan sejumlah kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Mataram dan Majapahit.
  • Budha : Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia, tiba pada sekitar abad keenam masehi. Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan erat dengan sejarah Hindu.
  • Kristen Katolik : Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian pertama abad ketujuh di Sumatera Utara. Dan pada abad ke-14 dan ke-15 telah ada umat Katolik di Sumatera Selatan. Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis, yang kemudian diikuti bangsa Spanyol yang berdagang rempah-rempah.
  • Kristen Protestan : Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mengutuk paham Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia. Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan para misionaris dari Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda.
  • Konghucu : Agama Konghucu berasal dari Cina daratan dan yang dibawa oleh para pedagang Tionghoa dan imigran. Diperkirakan pada abad ketiga Masehi, orang Tionghoa tiba di kepulauan Nusantara. Berbeda dengan agama yang lain, Konghucu lebih menitik beratkan pada kepercayaan dan praktik yang individual.
 Fungsi-Fungsi Agama
Tentang Agama
Agama bukanlah suatu entitas independen yang berdiri sendiri. Agama terdiri dari berbagai dimensi yang merupakan satu kesatuan. Masing-masingnya tidak dapat berdiri tanpa yang lain. seorang ilmuwan barat menguraikan agama ke dalam lima dimensi komitmen. Seseorang kemudian dapat diklasifikasikan menjadi seorang penganut agama tertentu dengan adanya perilaku dan keyakinan yang merupakan wujud komitmennya. Ketidakutuhan seseorang dalam menjalankan lima dimensi komitmen ini menjadikannya religiusitasnya tidak dapat diakui secara utuh. Kelimanya terdiri dari perbuatan, perkataan, keyakinan, dan sikap yang melambangkan (lambang=simbol) kepatuhan (=komitmen) pada ajaran agama. Agama mengajarkan tentang apa yang benar dan yang salah, serta apa yang baik dan yang buruk.
Agama berasal dari Supra Ultimate Being, bukan dari kebudayaan yang diciptakan oleh seorang atau sejumlah orang. Agama yang benar tidak dirumuskan oleh manusia. Manusia hanya dapat merumuskan kebajikan atau kebijakan, bukan kebenaran. Kebenaran hanyalah berasal dari yang benar yang mengetahui segala sesuatu yang tercipta, yaitu Sang Pencipta itu sendiri. Dan apa yang ada dalam agama selalu berujung pada tujuan yang ideal. Ajaran agama berhulu pada kebenaran dan bermuara pada keselamatan. Ajaran yang ada dalam agama memuat berbagai hal yang harus dilakukan oleh manusia dan tentang hal-hal yang harus dihindarkan. Kepatuhan pada ajaran agama ini akan menghasilkan kondisi ideal.
 Pengaruh Agama Terhadap Kehidupan Manusia
Sebagaimana telah dijelaskan dari pemaparan diatas, jasa terbesar agama adalah mengarahkan perhatian manusia kepada masalah yang penting yang selalu menggoda manusia yaitu masalah “arti dan makna”. Manusia membutuhkan bukan saja pengaturan emosi, tetapi juga kepastian kognitif tentang perkara-perkara seperti kesusilaan, disiplin, penderitaan, kematian, nasib terakhir. Terhadap persoalan tersebut agama menunjukan kepada manusia jalan dan arah kemana manusia dapat mencari jawabannya. Dan jawaban tersebut hanya dapat diperoleh  jika manusia beserta masyarakatnya mau menerima suatu yang ditunjuk sebagai “sumber” dan “terminal terakhir” dari segala kejadian yang ada di dunia. Terminal terakhir ini berada dalam dunia supra-empiris yang tidak dapat dijangkau tenaga indrawi maupun otak manusiawi, sehingga tidak dapat dibuktikan secara rasional, malainkan harus diterima sebagai kebenaran. Agama juga telah meningkatkan kesadaran yang hidup dalam diri manusia akan kondisi eksistensinya yang berupa ketidakpastian dan ketidakmampuan untuk menjawab problem hidup manusia yang berat.
Para ahli kebuadayaan yang telah mengadakan pengamatan mengenai aneka kebudayaan berbagai bangsa sampai pada kesimpulan, bahwa agama merupakan unsur inti yang paling mendasar dari kebudayaan manusia, baik ditinjau dari segi positif maupun negatif.

Jumat, 30 Desember 2011

Dampak Negatif yang Terjadi akibat Ledakan Penduduk indonesia

Dampak Negatif yang Terjadi akibat Ledakan Penduduk dan Cara Mengatasinya
1) Dampak Lingkungan
Dampak lingkungan yang terjadi akibat masalah ledakan penduduk adalah polusi. Tingkat polusi bergerak naik seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk disuatu area permukiman. Polusi ditimbulkan dari asap hasil pembuangan kendaraan bermotor yang jumlahnya saat ini semakin meningkat tajam. Hal ini terlihat semakin tingginya frekuensi kemacetan yang terjadi dijalan-jalan yang membuat jalan di kota tidak lancer lagi di lalui.

Ujung dari semua ledakan penduduk itu adalah kerusakan lingkungan dengan segala dampak ikutannya seperti menurun kualitas pemukiman dan lahan yang ditelantarkan serta hilangnya fungsi ruang terbuka.

2) Dampak Sosial dan Kesehatan
Dampak sosial yang terjadi akibat masalah ledakan penduduk adalah kemiskinan, karena banyaknya penduduk, lapangan pekerjaan terbatas, akibatnya banyaklah yang menganggur. Kemiskinan berkaitan erat dengan kemampuan mengakses pelayanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan gizi dan kalori. Dengan demikian penyakit masyarakat umumnya berkaitan dengan penyakit menular seperti diare, penyakit lever, dan TBC. Selain itu masyarakat menderita penyakit kekurangan gizi termasuk busung lapar terutama pada bayi. Kematian bayi adalah konsekuensi dari penyakit yang ditimbulkan karena kemiskinan.
Ledakan penduduk adalah masalah yang harus segera ditangani dengan serius oleh pihak-pihak yang terkait karena apabila permasalahan ini terus berlanjut akan mengakibatkan dampak-dampak yang telah dijelaskan. Adapun solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan ledakan penduduk yaitu:
1. Melakukan program transmigrasi
Program transmigrasi adalah program nasional untuk memindahkan kelompok penduduk dari suatu tempat ke tempat yang lain. Saya rasa program transmigrasi ini sudah banyak menolong penduduk Indonesia.
2. Melakukan program keluarga berencana
Dengan adanya program KB dapat mencegah kelahiran terlalu banyak anak. Saya berpendapat bahwa program KB sudah berhasil. Sekarang di Indonesia jumlah anak yang lahir setiap tahun sudah menurun.
3. Mengoptimalkan lahan dengan menggunakan teknologi.
Hal ini disebabkan padatnya penduduk mengakibatkan banyaknya lahan yang dipergunakan untuk pemukiman, sehingga lahan yang tadinya merupakan tempat penduduk menanam tanaman pangan beralih fungsi sebagai lahan pemukiman. Peralihan fungsi ini membuat penurunan terhadap produksi pangan penduduk sehingga penduduk mengalami kekurangan pangan. Oleh karena itu diperlukan penggunaan teknologi agar dapat meningkatkan produksi pangan walaupun denganlahan sempit.
4. Pemerataan pembangunan
Hal ini dapat di lihat dikota-kota yang merupakan titik sentral pembangunan dan kegiatan ekonomi. Seharusnya pembangunan tidak hanya terpusat dikota-kota tetapi juga dilakukan dikabupaten. Jika pembangunan dilakukan secara merata dikabupaten maka sangat kecil kemungkinan penduduk yang tinggal dikabupaten pindah ke kota.



Pelapisan sosial & kesamaan derajat

Kesamaan derajat
     Dalam Hidup bernegara tidak ada nya dibedakan mana penjabat dan rakyat dimata hukum.Kesamaan derajat dalam istilah dibidang Kewarganegaraan adalah sama dalam arti tidak membedakan atau mengistimewahkan seseorang. Kesamaan derajat tidak dilihat dari orang itu memliki harta berlimpah atau tidak,karena di mata Tuhan semua sama saja,hanya dibedakan dengan kesempatan dan takdir dari masing-masing orang.
Hendaklah kita saling membantu sebagai mahluk yang diciptakan menjadi mahluk sosial.Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita,setiap manusia sama semua derajatnya.
Mungkin banyak saat ini sikap saling memilih,oleh karena itu negara ini tidak berkembang,kini saatnya bukannya saling mendiskriminasi,tetapi saling melihat diri sikap dan perilaku kita.
Pelapisan sosial 
   bisa dikategorikan sebagai sebuah urutan atau tingkatan , sedangkan kesamaan derajat, sama seperti pelapisan sosial tetapi kesamaan derajat ialah sesuatu yang bisa dikatakan memiliki status, tingkatan yang sama dalam lingkungan atau daerahnya.

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial
Dilihat dari Ukuran dan kateria pelapisan sosial
 
Ukuran kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

Ukuran kekuasaan dan wewenang
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.
Ukuran kehormatan
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.
Ukuran ilmu pengetahuan
Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

Keluarga, dan Masyarakat, Individu


    Dalam setiap masyarakat, keluarga merupakan pranata sosial yang sangat penting artinya bagi kehidupan sosial. Seseorang menghabiskan paling banyak waktunya dalam keluarga dibandingkan dengan di tempat bekerja misalnya, dan keluarga adalah wadah di mana sejak dini seseorang dikondisikan dan dipersiapkan untuk kelak dapat melakukan peranan-peranannya dalam dunia orang dewasa. Melalui pelaksanaan peranan-peranan itu pelestarian berbagai lembaga dan nilai-nilai budayapun akan dapat tercapai dalam masyarakat bersangkutan.
Keluarga adalah satu-satunya lembaga sosial, di samping agama, yang secara resmi telah berkembang di semua masyarakat. Tugas-tugas kekeluargaan merupakan tanggungjawab langsung setiap pribadi dalam masyarakat, dengan satu dua pengecualian. Hampir setiap orang dilahirkan dalam keluarga dan juga membentuk keluarganya sendiri. Setiap orang merupakan sanak keluarga dari banyak orang. Hampir tidak ada peran tanggungjawab keluarga yang dapat diwakilkan kepada orang lain, seperti halnya tugas khusus dalam pekerjaan dapat diwakilkan kepada orang lain.
Fungsi Keluarga
    Fungsi keluarga adalah untuk menciptakan anggota masyarakat yang baru yang sesuai dengan norma-norma atau ukuran pada masyarakat tersebut. Perubahan yang ada pada masyarakat mempengaruhi suatu keluarga dalam memberikan pengajaran pada anak-anaknya. Secara umum fungsi keluarga adalah untuk sosialisasi, reproduksi, dan legalitas status. ada empat fungsi universal keluarga inti, yaitu fungsi seksual, fungsi reproduksi, fungsi ekonomi, dan fungsi pendidikan. Keempat fungsi tersebut bersifat universal dan mendasar bagi kehidupan manusia.keluarga adalah pusat yang paling penting dalam kehidupan seorang individu biasa. Dari keluarga, seseorang itu melangkah keluar, dan kepada keluarga juga seseorang itu akan kembali, berada dalam kelompok orang yang paling erat dalam hidup mereka. Keluarga adalah kelompok inti yang paling penting dan dengannya seseorang itu berhubungan.

masyarakat

Masyarakat di Indonesia ini sudah semakin pintar dan kritis dengan adanya teknologi internet yang semakin canggih dan membuat informasi yang masuk semakin tidak bisa di kontrol. Hal tersebut membuat masyarakat di Indonesia bahkan di Negara lainnya menjadi kritis akan cara kerja pemerintahan terbukti dengan banyaknya Negara – Negara di timur tengah yang berturut –turut melakukan revolusi untuk menggulingkan kepemimpinan presidennya.
Tidak bisa di pungkiri bahwa problematika masyarakat di Indonesia saat ini semakin rumit dari berbagai aspek kehidupan. Masyarakat yang tinggal di perbatasan Negara tetangga sebagai contohnya yang mana mereka seperti di anak tirikan oleh bangsanya sendiri padahal mereka dengan bangga menyebut Indonesia sebagai tanah airnya dan hal tersebut sungguh disayangkan mengingat mereka adalah bagian dari Negara ini. pemerintah sudah seharusnya juga memikirkan kondisi masyarakat yang tinggal di perbatasan.

.individu

Pada dasarnya manusia dilahirkan sebagai mahluk sosial dimana mereka tidak dapat hidup sendiri. Akan tetapi, setiap manusia merupakan individu yang memiliki pemikiran dan pola pikir yang berbeda dari individu lainnya dan oleh karna itu tidak dalam semua hal pemikiran manusia dapat disatukan. Setiap  manusia memeliki ego maupun kesukaan yang berbeda dari yang satu dengan yang lainnya akan tetapi di dalam suatu masyarakat terdapat suatu dasar dimana setiap inidividu harus patuhi agar dapat di terima di tengah – tengah masyarakat.
Terbentuknya suatu individu dengan segala sifat dan tingkah lakunya dimulai ketika mereka masih bayi dimana mereka belajar akan segala hal dari orang – orang di sekitarnya yaitu keluarga. Kepribadian seseorang pertama kali terbentuk dari keluarga yang mana bila sudah lebih dewasa maka proses tersebut akan diteruskan oleh teman – teman dalam suatu pergaulan,pendidikan,dan masyarakat. Baik buruknya seorang individu itu ditentukan oleh lingkungannya.

Kenakalan remaja

    Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun ia masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukannya sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungannya, orangtuanya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena mereka semua memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas. Kesalahan-kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja.
    Hal tersebut adalah merupakan suatu masalah  yang dihadapi masyarakat yang kini semakin marak, Oleh kerena itu persoalan remaja seyogyanya mendapatkan perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif,  yang titik beratnya untuk terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kenakalan dikalangan remaja.
Adapun akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja ada 3 antara lain :
a.      Bagi diri remaja itu sendiri
b.      Bagi keluarga
c.      Bagi lingkungan masyarakat.
selain itu ada  Faktor-faktor  penyebab munculnya kenakalan remaja antara lain :
1.    Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial.
2.    Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial.
3.    Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya).
4.    Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.
5.    Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.
6.    Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga.
7.    Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
8.    Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain.
9.    Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru.
10.  Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja


Warga Negara Indonesia

Warga Negara adalah bagian dari penduduk suatu Negaranya. Tetapi seperti kita ketahui tidak sedikit pula yang bukan merupakan warga Negara bisa tinggal di suatu Negara lain yang bukan merupakan Negaranya. suatu Negara pasti mempunyai suatu undang-undang atau peraturan yang mengatur tentang kewarganegaraan. Peraturan tersebut memuat tentang siapa saja kah yang bisa dianggap sebagai warga Negara. Di Indonesia juga salah satu Negara yang mempunyai peraturan tentang kewarganegaraan tersebut.
1.HAK WARGANEGARA
   a. Hak atas kedudukan yang sama dalam hukum
   b. Hak atas penghidupan yang layak
   c, Hak untuk hidup
   d. Hak atas jaminan social
   e. Hak atas kebebasan berserikat, berkumpumpul dan mengeluarkan pendapat
2. KEWAJIBAN WARGANEGARA
  a. Melaksanakan aturan hukum
  b. Menghargai hak orang lain
  c. Membayar pajak
  d. Menjadi saksi dalam pengadilan
  e. Bersedia untuk mengikuti wajib militer dll
3.TANGGUNG JAWAB WARGA NEGARA INDONESIA
   a. Mewujudkan kepentingan nasional
   b. Ikut terlibat dalam memecahkan masalah bangsa
   c. Memelihara dan memperbaiki demokrasi
4.PERAN WARGA NEGARA INDONESIA
  a. Menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan
  b. Berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional
c. Mengembangkan IPTEK yang dilandasi IMTEK
d. Menciptakan kerukunan beragama
e. Ikut serta memajukan Pendidikan Nasional
f. Menjaga keselamatan Bangsa dan Negara Indonesia dari segala macam ancaman